Maximize ur Perform
January 13th, 2010 By Nina
Gw juga ga tau mau tulis apa sebenarny di sini, tp gw cm mau share ajah tentang pengalaman gw kerja di kantor Consulting untuk ERP ini.
Di sini selain gw belajar tentang seluk beluk dunia pabrik, udh banyak pabrik yang gw keluar masuk, dari pabrik mie, bikin aki, bikin tinta, plastik, sampai rem kendaraan bermotor. *pabrik bikin anak blm ada, mungkin mereka ga butuh ERP* Gw belajar dari awal bagaimana permintaan customer itu dihitung untuk mendapatkan raw materialnya, kapan tepatnya pembelian, bagaimana penyimpanannya, seperti apa jurnal dari transaksi itu terbentuk. Sulit gw ungkapkan di sini, terlalu panjang...
Disamping semua itu, di sini gw juga bertemu dengan beberapa orang, dan dari kesempatan ini gw dapat belajar tentang orang lain. Sikap Karyawan terhadap bos nya, sikap partner kerja, bagaimana sifat mereka dlm menghadapi sesuatu.
Penilaian gw selama ini adalah :
1. Tidak Semua Partner Kerja Mempunyai Kehebatan dan Kepintaran yang Sama
Kalau anda adalah seorang guru, maka kata2 di atas dapat diibaratkan sebagai, tidak semua murid anda mempunyai daya tangkap yang sama.
Oleh karena itu, kita ga bisa menuntut banyak untuk si orang ini membantu kita. Kl bisa dikatakan berikan saja pekerjaan shop floor k dia, yang tidak terlalu banyak pemikiran, karena kita takut kalau2 apa yang dia kerjakan adalah salah.
Tetapi di samping itu, kita juga bisa mengajarkan dia step2 awal dengan sabar... sabar.. dan sabar..., tapi ingat jangan biarkan dia menjadi manja thd pekerjaan dia, yang ujung nya adalah tanya lagi... tanya lagi... cape deee.....
2. Kita harus menjadi Problem Solver
Yeah, gw rasa ini point paling penting. Apalagi untuk konsultan seperti saya. di Client tempat saya bekerja saat ini, ada beberapa orang yang selalu marah dan mencari kesalahan dari pada membantu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Misalnya ada kasus, client saya merasa ada kesalahan yang dibuat oleh consultant atau pihak dept lainnya, katakanlah IT karena program yang dibuat kurang reliable, atau tidak informatif. si Client ini, berkata, pak ini kenapa program saya dibuatnya cm untuk barang - barang A, padahal barang B juga butuh report ini pak. Bapak ini bagaimana, bapak kan konsultan kok bapak bisa - bisa nya cm buat report untuk barang A. selama 1/2 jam tetap dikomunikasikan untuk topik yang sama. " Kenapa bapak begini, dari dulu sudah saya kasih tau, ini harusny begini "
Saya rasa menyalahkan atau mencari kesalahan seseorang bukan hal yang tepat untuk memecahkan masalah. Kita ini harus melihat ke depan. Yang salah, ya sudah.. toh kita ga mau juga ada kesalahan itu. Tp mau tidak mau, sekarang kita sudah berada pada posisi yang salah tersebut, nah bagaimana untuk kedepannya kluar dari posisi ini?? ini lah yang perlu didiskusikan. Bukan menceramahi orang, kamu salah tanpa solusi sedikitpun.
saya ingat sebuah email dari atasan saya yang meaningnya begini "Pak mulai saat ini, kita jangan berkata, dulu nya kan saya sudah bilang, dulu nya saya pernah minta, dulu nya dulu nya... karena kata2 ini hanya bersifat defensif, dan mencari kesalahan ke orang lain. akan lebih baik kita membicarakan keadaanny sekrang seperti ini dan ini salah lalu bagaimana kedepannya?"
3. Komunikasi itu Penting
Kerja sama antar tim adalah hal penting, harus selalu ada update yang diberikan ke semua anggota tim, tanpa terkecuali, apalagi jika kita bekerja pd bidang yang benar2 terintegrasi.
4. Hargai Hasil Kerja Partner Anda
Jangan pernah membandingkan apa yang anda kerjakan dengan partner kerja anda. Mungkin kerja saya lebih banyak mengeluarkan output, tp jangan sekali sekali membandingkan "kok kamu kerjanya santai banget sih, ga bantu2, kok outputny cuma segini, kok ngerjain beginian doank lama banget".
Maybe, dia memang membutuhkan waktu yang banyak untuk output tersebut, kembali lagi ke point 1 di atas. Dan jangan pernah berkata, ini sukses karena gw. Kl ga ada gw, itu pasti ga jalan. Hey Man, kita bekerja juga karena kewajiban. dan tugas lo memang untuk membuat project ini menjadi smooth.
5. Don't Panic with a problem
Penilaian sebuah problem itu memang berbeda2 untuk setiap orang, mungkin saya menganggap hal ini kecil, tapi bagi client saya adalah besar. Tetapi enak sekali kalau bekerja, sedang berkonsentrasi tinggi, tp tidak diganggu dengan ocehan. "EH INI GIMANA SIH, ITU PRODUKSI LINE STOP, GARA2 INI GA BISA DIINPUT" dan saat itu juga saya tinggalkan pekerjaan saya, karena terikut Panik juga. Konsentrasi buyar...dan ternyata saat saya lihat, ya ampun.. cm begini doank, ini sih gampang.
Hal ini sangat mengganggu, kenapa?? - will be the next number -
6. Harus ada Prioritas dalam Pekerjaan Anda
Yeah, Prioritaskan pekerjaan anda, yang deadlineny lebih cepat kerjakan dengan cepat,kalau tidak bisa, minta bantuan, jgn explore sendirian, kalau anda masih punya senior, tanya senior anda, tetapi tentu saja, berusaha dulu semaximal mungkin. karena anda tidak akan pernah mengerti kalau tidak mencoba sendiri.
7. Kalau Tidak Ada Masalah, maka andalah yang Bermasalah
Ya, anda harus berfikir menemukan case2 apa yang akan terjadi di depan anda dan bagaimana cara menyelesaikannya. dan ingat bukan hanya menyalahkan seseorang atau bersifat defensif jika.
Sering sekali bos saya bertanya, ada masalah apa hari ini di sana nina? lalu saya jawab, tidak ada masalah pak. nah selama 1 hari saya berkutat di client dan berkata tidak ada masalah, maka bisa dipastikan saya lah yang bermasalah, karena tidak dapat menemukan masalah. *Lain hal jika saya memang menutupi permasalahan ke bos saya* --> kembali lagi... Komunikasi itu penting.
Yeah... mungkin ini hanya beberapa yang tersirat dikepala gw saat ini, mungkin yang lain mempunyai pengalaman yang berbeda.
INDONESIA