
EX ME IPSA RENATA SUM
Dari diriku sendiri aku lahir kembali
Meriam si Jagur terlahir dari 16 meriam kecil yang dilebur menjadi satu... begitulah kira2 maknanya.
Meriam yang panjangnya 380cm. Panjang tangan belakang sekitar 41cm. Lingkar tangan belakang sekitar 60cm, diameter moncong meriam depan 39cm (bagian dalam) dan 50cm (keluar) lingkar moncong meriam 158 cm, lingkar badan meriam terkecil 122cm, lingkar badan meriam terbesar 206 cm, lebar badan meriam 100cm. Berat meriam 7000 pound atau 3,5 ton. Nomor seri 27012.
Warna meriam ini hitam pekat, berkilau saat disengat matahari, dingin saat tertimpa hujan. Seperti pahlawan yang mematung..
Dahsyat, coba bayangin nih meriam kalo melontarkan peluru..., ad yang buntung itu pasti yang kena senggolan lontarannya.
Sempat berbincang2 dengan orang tua nyokap, yang notabene betawi aseli.. katanya Meriam ini sangat amat terkenal, nih meriam dulunya adalah jagoan tempur, terkenal sangat di penjuru betawi. Masterpis kl orang betawi bilang
Sekarang si jagur sudah beristirahat dengan tenang di Museum Sejarah Jakarta, sempat ditaro di depan kantor pos kota, sekarang namanya taman Fatahillah, meriam ini menjadi saksi bisu kehidupan masyarakat sekitar, ad yang berteduh sambil duduk2 dibawahnya, ad yang menjemur pakaian di badannya, banyak anak2 yang bermain2 di sekelilingnya. Sepertinya terjalin hubungan kasih masyarakat sekitar dengan meriam ini. Kakek gw juga cerita, sekarang nih meriam udh ga ad, ternyata dia ga tau kl nih meriam masuk ke dalam museum, segitu besarkah meriam si jagur dirasakan ketiadaannya??
Gw inget banget waktu kakek gw ngeliat foto si jagur di laptop gw... wah si jagur tuh... tanpa basa basi gw tanya ini itu... sampe pasar ikan, glodok, perbandingan penjajahan belanda dan jepang. wud a great moment.. menguak sejarah dari mulut keluarga sendiri. Dulu gw juga punya nenek (nyokapnya bokap), nenek yang sangat gw sayangin... sekarang udh ga ad... miss u ma'.. (I called her ema'), dia sering cerita ttg penjajahan jepang di negri pertiwi ini, cerita2nya gw udh bener2 lupa, hanya dongeng sebelum tidur, tapi semua real..
Tapi gw sedih banget sama anak2 sekarang yang lebih mencintai negara lain dibandingkan negaranya sendiri, sedih karena mereka lebih mengerti sejarah negara lain, dibanding negaranya sendiri, keracunan budaya negara lain dibandingkan mempelajari budaya sendiri *maaf gw pun sempat seperti ini* Memang rumput tetangga itu lebih hijau..., tapi tidakkan kalian tau bahwa rumput kita mempunyai bunga yang warna-warni..
Banyak hal yang terlupakan disekitar kita... terlupa.. dan akhirny terputus oleh kita, karena kita tidak tau... dan akhirnya tidak bisa menceritakan kepada anak cucu kita. Memang teknologi sekarang semakin hebat, arsipnya banyak... tapi kenapa untuk mencari informasi itu tidak sekarang saja, kenapa harus menunggu jika ada yang bertanya??
gw ambil kata2ny orang2 dari historia
Membangun Kesadaran Sejarah dan Budaya Indonesia
"We learn History for Learning the Present and Building the Future"
Community for Preservation of Indonesian History and Culture
KOMUNITAS HISTORIA
Artikel yang gw bangun sebagian juga diambil dari JakartaWalks